DLH Buat Puluhan Paket Tempat Pemilahan Sampah

Mataram – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membuat puluhan paket tempat pemilahan sampah untuk disebar kesejumlah titik strategis sebagai edukasi masyarakat agar dapat memilah sampah dari sumber.

“Satu paket tempat sampah yang kami buat memiliki tiga jenis tong sampah, yakni untuk sampah organik, anorganik, dan sampah yang tidak bisa diolah. Warna bak sampahnya kita bedakan menjadi kuning, hijau, dan merah untuk memudahkan masyarakat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Kamis.

Untuk tahap awal jumlah tempat sampah yang dibuat DLH sekitar 98 unit dengan rinciran 48 unit tahap pertama dan 50 unit tahap kedua.

Puluhan paket tempat sampah yang dibuat itu sebagian telah disebar ke sejumlah tanam-taman kota, perkantoran pemerintah, pasar, dan permukiman penduduk yang sudah berinisiatif melakukan program pemilihan sampah dari sumbernya.

“Salah satunya di Lingkungan Baranghari, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan yang telah mulai melakukan gerakan pemilihan sampah dari sumber. Jadi harus kita dukung,” katanya.

Program edukasi pengurangan sampah, katanya, menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung Indonesia bebas sampah tahun 2020.

“Edukasi pengurangan sampah juga dilakukan dengan bagaimana sampah sudah terpisah dari sumbernya dan diolah secara mandiri oleh rumah tangga, sehingga sampah yang terbuang ke tempat pembuangan akhir adalah sampah yang sudah tidak bisa diolah,” ujarnya.

Karenanya, tambah Irwan, puluhan paket tempat sampah tersebut juga akan ditaruh di sepanjang Jalan Udayanan setiap hari Minggu pagi atau saat kegiatan “car free day” (CFD), sekitar 50 unit tempat sampah dengan jarak 20 meter.

“Upaya itu dimaksudkan untuk mengedukasi pengunjung agar bisa membuang dan memilah sampah sehingga tercipta CFD tanpa sampah,” katanya.

Ia mengatakan, melalui upaya ini diharapkan tumpukan sampah di sepanjang Jalan Udayana setiap hari Minggu bisa tertangani secara mandiri oleh masyarakat pengungjung CFD.

Selama ini, katanya, keterbatasan fasilitas tempat sampah di Jalan Udayana ketika pelaksanaan CFD berakhir pada pukul 09.00 WITA, terlihat jelas sampah berseraka di sepajang jalan Udayana.

Hal itu tentunya menambah volume kerja petugas kebersihan di Jalan Udayana, yang semestinya setiap hari pada pukul 06.30 WITA areal Udayanan sudah terlihat bersih.

“Tapi melalui program ini kami harapkan, Jalan Udayana bisa tetap bersih baik saat CFD berlangsung maupun setelahnya,” katanya. (Ant)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here