Praya, NTB – Wakil Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, HM Nursiah menyatakan, potensi wakaf yang sangat besar bisa menjadi penopang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi warga di tengah pandemi COVID-19.
“Badan wakaf Indonesia (BWI) Lombok Tengah diharapkan bisa mengelola wakaf yang sudah ada itu,” kata HM Nursiah saat acara pelantikan pengurus BWI Lombok Tengah masa bakti 2021-2024 di Praya, Rabu.
Ia mengatakan, adapun usaha yang bisa diberikan dari peran wakaf pada masa pandemi COVID-19 seperti membantu dalam mengatasi pengangguran dan permasalahan ekonomi lainnya di tengah masyarakat.
“Bisa juga dengan menyalurkan dana atau bantuan sebagai aset wakaf yang dikelola menjadi bentuk wakaf produktif seperti perkebunan, sawah dan pertokoan,” katanya.
Oleh sebab itu, ia berharap dengan adanya pengurus lembaga BWI Lombok Tengah ke depan penyaluran dan pemberdayaan wakaf bisa menjadi acuan bahwa ekonomi islam dapat ikut andil dalam membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.
Selain itu, lembaga BWI Lombok Tengah diharapkan bisa mencari terobosan baru dalam bentuk harta wakaf.
“Kami berharap BWI mampu bekerja sama dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ke depan peranan ekonomi islam bisa menjadi salah satu solusi untuk menjawab persoalan yang ada,” katanya.
“Jumlah tanah wakaf di Lombok Tengah sampai saat ini sebanyak 570 hektare yang tersebar di 12 kecamatan,” kata Ketua BWI Provinsi NTB, Usman.(Ant)





