Praya, Lombok Tengah – Pemerintah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyatakan pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) tidak hanya menjadi pilihan warga yang tidak bisa melanjutkan pendidikan namun bisa meningkatkan kemampuan dan ketrampilan sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan.
“Era kemajuan sekarang ini, kita dituntut untuk memiliki keahlian, karena itu persiapkan diri sejak dini,” kata Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri saat acara penutupan pelatihan di BLK Praya, Kamis (17/3).
Menurut Bupati, menjadi siswa BLK bukanlah tujuan utama sepanjang memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun akibat dari kemampuan ekonomi maka BLK menjadi pilihan utama, sebab di BLK peserta akan dididik untuk memperoleh skil atau keahlian tertentu.
“Melalui BLK warga bisa lebih mandiri dan bisa menciptakan peluang kejar bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan keterampilan atau skil yang di dapat melalui pelatihan di BLK tersebut, ke depan dapat digunakan untuk berwirausaha atau bekerja sesuai dengan sertifikasi keahlian yang dimiliki.
“Manfaatkan ilmu yang didapat ini dengan baik,” katanya.
Bupati menyarankan kepada seluruh masyarakat, orang tua untuk mendorong anak-anak memiliki keahlian sebagai bekal berkarya sendiri demi masa depan yang cerah.
Dirinya juga merupakan alumni BLK dan selama mengenyam pendidikan hingga kurang lebih 3 bulan lamanya, dia mendapatkan banyak ilmu khususnya elektronik seperti radio dan televisi.
BLK jadi pilihan terakhir dari keberlangsungan pendidikan akibat dari keterbatasan ekonomi pada waktu itu. Karenanya dia sangat bersemangat dan sungguh sungguh dalam mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya alumni BLK jurusan montir radio.
Anak-anak harus bergegas dari sekarang, tidak boleh patah semangat, harus tetap berjuang untuk keluarga, bangsa dan negara. Bukan saja PNS yang mengabdi tetapi kita juga semua dengan keterampilan yang dimiliki,” katanya. (Ant)





