Pelecehan seksual timpa wsatawan di Gili Trawangan

Mataram – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat akan mendalami dugaan peristiwa “cattcalling” atau pelecehan seksual salah seorang wisatawan yang menceritakan pengalaman tak menyenangkan saat mengunjungi destinasi wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara sehingga viral di flatform media sosial.

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata untuk memastikan kebenaran informasi, berikut kronologis kejadian terhadap apa yang di unggah melalui video,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi melalui telepon dari Mataram, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menelusuri kebenaran peristiwa tersebut karena dalam unggahan-nya tidak jelas lokus kejadiannya, kemudian dengan siapa orang yang melakukan hal tersebut.

“Ini kan perlu kita dalami, kronologis-nya bagaimana dan sebagainya. Bila betul kejadiannya jelas di mana lokus dan pelakunya, ya tentu kita merasa prihatin dan harus mendorong diambil tindakan tegas sesuai ketentuan oleh pihak yang memiliki kewenangan,” katanya.

Namun demikian lanjutnya, bila berita atau informasi tersebut tidak benar. Yusron mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut.

“Bila berita ini tidak benar, kita sayangkan ini terjadi. Karena di tengah kondisi tamu wisatawan kita yang ke Gili dalam masa puncak-puncaknya. Dimana kunjungan perhari bisa melampaui angka 1.000 orang,” katanya. (Ant)