Pemkot Mataram Menggelar Vaksinasi COVID-19 Dosis Ketiga

Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar peluncuran vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau penguat dengan sasaran pertama para pejabat, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama dan masyarakat setempat.

Kegiatan berlangsung di Aula Pendopo Wali Kota Mataram dibuka Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, dihadiri anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, Direktur RSUD Provinsi NTB Lalu Herman Mahaputra, Direktur RSUD Kota Mataram dr Ni Ketut Eka Nurhayati, serta jajaran pejabat setempat di Mataram, Rabu.

Direktur RSUD Kota Mataram dr Ni Ketut Eka Nurhayati mengatakan vaksinasi penguat penting karena pada enam bulan setelah mendapat vaksin kedua, tubuh mengalami penurunan antibodi sehingga membutuhkan peningkatan proteksi individu, khususnya kelompok rentan.

“Vaksin ‘booster’ (penguat) juga ditujukan untuk proteksi terutama dari varian baru COVID-19, Omicron yang disinyalir memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi dibanding varian Delta,” katanya.

Orang yang telah divaksin, katanya, saat terpapar varian Omicron tidak menunjukkan gejala berat, namun hanya mengalami gejala ringan, seperti flu.

“Karena itu penting bagi kita untuk melindung diri dengan vaksin penguat. ‘Booster’ akan difokuskan kepada masyarakat yang telah berusia 18 tahun ke atas dan telah divaksin kedua minimal enam bulan,” katanya.

Ia mengatakan vaksinasi penguat di RSUD Kota Mataram dimulai pada 20 Januari 2022 dengan dosis yang telah disuntikkan 1.058 dosis.

“Harapannya melalui ‘kick off’ (peluncuran) ini dapat meningkatkan antusias masyarakat untuk divaksin dosis ketiga. Sasaran pertama kita hari ini adalah ASN, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sekitar 500 orang agar dapat memotivasi warga lainnya,” katanya.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan strategi pembagian tugas antara Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Mataram efektif untuk percepatan cakupan vaksinasi di daerah itu.

Dinas Kesehatan fokus melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, sedangkan RSUD Kota Mataram fokus memberikan layanan vaksin dosis ketiga bagi warga yang sudah memenuhi syarat.

“Pembagian tugas ini penting untuk mempermudah dan mempercepat cakupan target kedua jenis vaksinasi tersebut,” katanya.

Ia menyebut vaksinasi dosis pertama di Kota Mataram mencapai 102 persen dari total sasaran, sedangkan dosis kedua di atas 72 persen.

Data Dinas Kesehatan pada Rabu ini, vaksinasi anak usia 6-11 tahun mencapai 50,2 persen dari target 46.655 anak, sedangkan vaksinasi penguat 11 persen.

“Semoga dengan kegiatan ‘kick off’ ini, mampu mempercepat cakupan sesuai target,” katanya. (Ant)