Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau kepada masyarakat yang ingin mudik Lebaran tahun ini untuk pergi dan pulang lebih awal guna menghindari terjadinya desak-desakan atau pun penumpukan baik di bandara, pelabuhan dan terminal.
“Kalau dulu waktunya mepet sehingga berdesak-desakan dan menumpuk, sekarang dengan waktu libur dan cuti panjang bisa mudik lebih awal,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB HL Gita Ariadi di Mataram, Rabu.
Ia mengingatkan meski pemerintah sudah melonggarkan masyarakat untuk mudik. Namun, kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19 harus terus menjadi atensi para pemudik. Mengingat pandemi belum berakhir.
“Mudik boleh dilakukan dengan catatan vaksin 1, dan 2 serta booster sudah dilakukan. Kalau itu sudah dilakukan silahkan mudik dan diatur karena ada waktu 10 hari dan ingat jangan desak-desakan,” ucapnya.
Menurut Sekda, secara umum untuk persiapan angkutan lebaran baik itu transportasi laut, udara dan darat sudah sepenuhnya siap.
“H-7 Lebaran kita akan inspeksi seluruh moda transportasi yang ada untuk mendukung angkutan Lebaran,” ujar Miq Gita sapaan akrabnya.
Meski kesiapan dari moda transportasi maupun fasilitas pendukung seperti terminal, pelabuhan dan bandara sudah baik. Antisipasi harus tetap dilakukan mengingat banyak orang yang akan pulang dan libur.
“Bagaimanapun harus ada antisipasi,” katanya.
Dinas Perhubungan NTB memprediksi jumlah pemudik asal provinsi itu yang kembali ke kampung halaman pada Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai tiga juta orang.
“Prediksi kita dua juta sampai tiga juta orang yang akan mudik ke NTB dari total 85,5 juta pemudik secara nasional,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh Faozal.
Ia mengatakan, angka ini sedikit bertambah mengingat pembukaan penerbangan Malaysia-Indonesia sudah dibuka sehingga tidak menutup kemungkinan pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB juga akan pulang untuk lebaran di kampung halaman.
“Apalagi dua tahun terakhir mudik tidak ada akibat COVID-19, sehingga dengan diizinkannya mudik tahun ini jumlahnya dipastikan akan melonjak,” ujarnya.
Faozal menyatakan pergerakan penumpang yang mudik secara umum mencapai 25 hingga 35 persen baik melalui jalur darat maupun laut sementara untuk jalur udara diperkirakan mencapai 40 persen.
“Kita sudah antisipasi per 1 Mei tujuan Lombok sudah mulai terbang. Apalagi hari itu bersamaan dengan hari libur juga,” ucapnya.
Sementara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik tahun ini, pihaknya belajar dari pengalaman MotoGP. Untuk arus baliknya sedikit berbeda di mana saat MotoGP penumpang balik secara bersamaan namun untuk arus mudik ini mereka tentunya akan balik di hari hari yang berbeda.
“Ini kan baliknya ada hari kedua, hari ketiga dan seterusnya apalagi itu bertepatan dengan libur panjang 10 hari. Pokoknya kita pastikan semua layanan darat laut pelabuhan semua armada sudah lengkap,” kata Faozal.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub juga telah menyiapkan sejumlah skenario misalnya akan ada pembatasan pergerakan bagi truk pengangkut logistik pada H-5 jelang Lebaran. Selanjutnya pos pos pelayanan juga akan disiapkan di sejumlah jalur misalnya jalur Mataram-Masbagik Lombok Timur.
“Kita akan atur trafik ini supaya tidak terjadi kemacetan. Kita akan ada pembatasan pergerakan truk logistik. Pos pos kita akan buat juga di semua titik titik yang di atensi adanya keramaian dan kemacetan,” katanya. (Ant)





