Wagub NTB Imbau Pemudik Tetap Menjaga Protokol Kesehatan COVID-19

Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Sitti Rohmi Djalilah mengimbau masyarakat di wilayah itu untuk tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19 selama mudik Lebaran 1443 Hijriah.

“Boleh mudik, tetapi ingat tetap dengan menjaga protokol kesehatan COVID-19, terutama masker jangan lupa dipakai,” ujarnya di Mataram, Kamis.

Wagub mengingatkan, meski saat ini status NTB masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1, namun hal tersebut tidak menjadikan masyarakat lengah terhadap COVID-19.

“Jangan sampai kita sudah lama Level 1, kemudian kita lengah. Tetap harus protokol kesehatan dikedepankan,” ucap Rohmi.

Oleh karena itu, lanjutnya, jika terjadi kerumunan selama mudik, ia berharap masyarakat pandai-pandai menjaga jarak dan tidak berdesak-desakan. Hal ini untuk menjaga penyebaran COVID-19 selama mudik Lebaran 2022.

Ditanya terkait perkembangan vaksin booster atau penguat untuk masyarakat, Rohmi menyatakan kegiatan vaksinasi penguat terus dilakukan pemerintah provinsi (pemprov) bersama pemerintah kabupaten dan kota di NTB.

“Kitaa lagi mengejar vaksinasi. Bahkan TNI Polri tetap turun menggencarkan vaksinasi booster,” katanya.

Pemprov NTB sudah meminta kepada masyarakat yang ingin mudik Lebaran untuk berangkat lebih awal guna menghindari terjadinya desak-desakan atau pun penumpukan, baik di bandara, pelabuhan dan terminal.

“Kalau dulu waktunya mepet, sehingga berdesak-desakan dan menumpuk, sekarang dengan waktu libur dan cuti panjang masyarakat bisa mudik lebih awal,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB HL Gita Ariadi, menambahkan.

Ia mengingatkan meski pemerintah sudah melonggarkan masyarakat untuk mudik, kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19 harus terus menjadi perhatian para pemudik, mengingat pandemi belum berakhir.

“Mudik boleh dilakukan dengan catatan vaksin 1, dan 2 serta booster sudah dilakukan. Kalau itu sudah dilakukan silahkan mudik dan diatur karena ada waktu 10 hari, tapi ingat, jangan berdesak-desakan,” katanya. (Ant)