PMI NTB Ajak Pengurus Jalankan Tugas Kemanusiaan Sepenuh Hati

Mataram – Ketua PMI Nusa Tenggara Barat H Ridwan Hidayat mengajak pengurus baru PMI Kabupaten Lombok Tengah untuk menjalankan tugas kemanusiaan dengan sepenuh hati.

“PMI ini lembaga formal yang sudah memiliki kekuatan hukum, diatur dalam UU Nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, yang menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya, pada kegiatan pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Lombok Tengah periode 2021-2026 di Lombok Tengah, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram, Jumat.

Ridwan Hidayat berharap momentum tersebut dijadikan tiang pancang untuk pasang niat bahwa ada beban di pundak pengurus berbentuk amanah dari pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan tugas kemanusiaan dengan sepenuh hati.

Untuk itu, ia berharap kepada Ketua PMI Kabupaten Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri terus memperhatikan keberadaan PMI. Karena, saat bencana gempa bumi 2018, PMI Lombok Tengah bergerak cepat, sehingga PMI pusat memberikan penghargaan.

“Kami yakin di bawah kepemimpinan Lalu Pathul Bahri, PMI akan lebih banyak berbuat kemanusiaan. Jaga kekompakan dan kebersamaan, juga kerja sama yang baik agar perhimpunan ini bisa berjalan sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Ridwan Hidayat mendorong agar pengurus baru terus memperbanyak kader kemanusiaan di masa mendatang. Terlebih daerah itu merupakan episentrum bencana, ada gempa bumi, kekeringan dan lain sebagainya, sehingga perlu perbanyak kader agar bisa membantu masyarakat saat bencana terjadi.

“Jika terjadi kekurangan saat pelayanan kemanusiaan, itu sesuatu yang wajar, mari bersama-sama sempurnakan,” ujarnya.

Ridwan Hidayat juga meminta kepada pengurus PMI setempat menggelar pelatihan jurnalistik, termasuk fotografi, kepada kader dan relawan supaya apapun jenis kegiatan PMI langsung bisa ditulis kemudian diakses publik.

“Banyak yang telah diperbuat oleh PMI Lombok Tengah, namun tidak begitu diketahui. Mudah-mudahan kepengurusan yang baru ini terus melakukan pembenahan,” katanya.

Ketua PMI Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengaku enam tahun belum memahami tugas sebagai ketua PMI. Dengan berjalannya waktu dan atas bimbingan serta dukungan pengurus lain, ternyata di PMI itu banyak memberi pengalaman, yakni ada rintangan dan hambatan, namun semua itu merupakan hal biasa.

“Memang mengabdi di PMI betul-betul ibadah, saat bencana gempa 2018, PMI banyak berbuat, hanya syiar yang kurang. Namun lupakan itu, yang terpenting ibadahnya,” katanya.

Pathul Bahri menambahkan, gempa bumi pada 2018 itu, PMI Lombok Tengah menyalurkan ratusan terpal, seng, tenda dan lainnya. Begitu juga ketika kekeringan, jutaan kubik air kebutuhan masyarakat telah disalurkan, namun kurang dipublikasi.

“Mudah-mudahan ke depan, dengan adanya bidang humas dan informasi, kegiatan PMI bisa tersampaikan ke publik. Semoga PMI Lombok Tengah semakin bersinar dan maju,” katanya. (Ant)